Tampilkan postingan dengan label 6. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 6. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Desember 2013


Varietas Pepaya Sukma merupakan varietas pepaya yang dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah sampai medium dengan ketinggian 100-700 meter di atas permukaan laut. Pepaya ini dikembangkan atas kerjasama Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sukabumi - Jawa Barat dengan Pusat Kajian Buah-buahan Tropika IPB, dimana pemulianya adalah Prof. Dr. Sriani Sujiprihati dan Tim. Varietas ini telah dilepas oleh Menteri Pertanian RI pada tanggal 12 Otober 2009. Buah pepaya Sukma Sukabumi mempunyai bobot sekitar 2436-3136 gram per buah, berbentuk bulat lonjong, berukuran besar dengan diameter buah sekitar 13 cm. Ciri-ciri buah pepaya sukma yang lainnya adalah daging buahnya berwarna merah jingga dengan rasa manis dan kulit buah berwarna hijau tua semburat jingga. Produktivitas varietas ini adalah 50 – 70 ton per hektar per tahun.

Jenis IPB-6C memiliki keunggulan daging buah yang benar-benar merah. Ketika matang, warna kulitnya bersemburat kuning pada bagian ujung buah.Bobotnya cukup besar, 2 Kg, sehingga cocok untuk dikonsumsi oleh satu keluarga besar.

Senin, 02 Desember 2013

Bigberita - Sebagian besar survei menyatakan Joko Widodo adalah capres paling potensial pada Pemilu 2014 mendatang. Dorongan untuk Gubernur DKI Jakarta itu pun datang dari sejumlah kelompok masyarakat dan relawan. Juga penyebutan nama di kancah media internasional yang makin marak.
Apa itu semua membuat Jokowi tergoda, meninggalkan jabatan Gubernur DKI Jakarta untuk menjadi Presiden RI? Tidak! Atau mungkin belum. Sebabnya, pria yang pernah menjabat Walikota Solo itu selalu mengeles tiap kali ditanya pencapresannya.



Pengamat politik Effendi Ghazali menilai, dengan jawaban yang kerap ngeles soal pencapresan, Jokowi justru semakin menggemaskan untuk digadangkan atau dipinang sebagai pemimpin masa depan.
"Kan gadis kalau dipinang biasanya bilang begitu: Tunggu dulu, ndak lihat saya sedang fokus ke pekerjaan," kata Effendi. "Respons Jokowi memang harus makin menggemaskan untuk dipinang."
Lalu, apa saja tanggapan Jokowi saat ditanya pencapresannya?

1. Fokus Bekerja
Meski namanya ramai dibicarakan sebagai salah satu tokoh potensial capres dalam Pilpres 2014 mendatang, bahkan mengalahkan Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri, Jokowi sepertinya tak ambil pusing. Ia hanya ingin fokus bekerja.
"Saya mau fokus bekerja di DKI, menyelesaikan masalah-masalah yang ada. Wong baru 4 bulan bekerja," kata Jokowi di Balaikota, 7 Februari 2013.
Menurut gubernur berperawakan kurus itu, dirinya masih memiliki banyak tugas yang harus diselesaikan. Ketmbang memikirkan hasil survei dirinya sebagai calon presiden paling potensil di tahun mendatang.
"Saya mau fokus menyelesaikan banjir, macet, bajaj, monorel, MRT. Saya gak ada mikir itu (pencalonan pilpres)," imbuhnya.
Jawaban yang sama juga disampaikan pada 19 Juli 2013 di Balaikota DKI Jakarta. "Saya ngurusin Waduk Pluit, ngurus rusun, ngurus kampung deret, KJP, KJS, sudah saya di situ," kata pria kelahiran 1961 itu.

2. Pasangan Cawapres? "Istri Saya!"
Berdasarkan survei Centre for Strategic and Internasional Studies (CSIS) pada 26 Mei lalu, elektabilitas Jokowi sebagai calon presiden 2014 kembali berada di posisi puncak. Gubernur DKI Jakarta yang akrab disapa Jokowi itu pun menanggapinya dengan santai.
Malahan, ia memilih dipasangkan dengan istrinya sendiri apabila maju sebagai capres pada Pilpres 2014. "Paling enak, ya dipasangkan sama istri saya," canda Jokowi di Balaikota DKI Jakarta, 29 Mei 2013.
Namun, ia tidak menampik mayoritas hasil survei menyebut namanya sebagai yang terpopuler. Jokowi juga menolak berkomentar soal dukungan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk maju sebagai capres.

3. "Apa nggak ngenes nanti?"
Nama Jokowi berkali-kali disebut sebagai calon presiden dengan elektabilitas yang tinggi. Namun berulang kali pula Gubernur DKI Jakarta bernama lengkap Joko Widodo itu menolak untuk dicapreskan. Tak seperti politisi dari parpol lain, yang telah mendeklarasikan diri sebagai capres-cawapres meskipun Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 masih jauh.
Mantan Walikota Solo itu menilai, pendeklarasian calon untuk memperebutkan kursi RI 1 dan RI 2 di saat seperti ini masih terlalu dini dan prematur. Karena belum tentu pula partai pengusung capres-cawapres itu mencapai Parliamentary Threshold (ambang batas parpol untuk mengirimkan wakilnya ke parlemen).
"Misalnya, partai dapat atau lolos saja kan belum jelas, tapi sudah mencalonkan. Kalau cuma dapat 5 persen, siapa yang mau mencalonkannya?" ucap Jokowi dalam sebuah diskusi kepemimpinan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, 25 Juli 2013.
"Jadi calon saja, nggak dicalonkan. Apa nggak ngenes nanti?" cetusnya.

4. Pusing Urus Jakarta
Berbagai permasalahan di Jakarta, menurut Jokowi, sudah membuatnya pusing. Apalagi bila dirinya menjadi calon presiden. Hal itu yang terlontar dari mulutnya saat menanggapi imbauan Gerindra agar tidak nyapres.
"Ini saja saya itu sudah pusing, loncat sana, loncat sini. Dari Pluit ke Tanah Abang, dari Tanah Abang ke Ria Rio," katanya saat blusukan di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat, 5 September 2013

5. Diminta Tetap di Jakarta
Selain beralasan mau fokus membenahi Jakarta, Jokowi juga mengungkap alasan lain tak mau nyapres. Yakni adanya permintaan pihak yang memintanya agar tetap menjabat gubernur sampai habis masa jabatannya.
"Banyak juga yang menekan untuk bekerja lebih giat tetap di Jakarta," ujar Jokowi di Balaikota DKI Jakarta, 13 September 2013.
Siapa pihak yang memintanya untuk tetap bertahan sebagai gubernur, Jokowi tak mau menyebutkan. Begitupun ketika ditanya terkait hasil survei yang selama ini terus mengunggulkan namanya sebagai capres terfavorit.


6. Tanya Megawati
Dari jawabannya yang selalu mengelak nyapres, "Ndak mikir!", belakangan Jokowi punya jawaban baru. Yakni melempar jawaban kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
"Tanya Bu Ketum," kata Jokowi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, 13 September 2013.
Seperti diketahui, keputusan siapa capres yang bakal diusung PDIP ada di tangan Megawati, Ketum PDIP yang disinyalir memberi sinyal positif untuk Jokowi pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III PDIP 6 September 2013 lalu.



Dikutip dari Liputan6.com

Kamis, 28 November 2013

- Entah semuanya ini karena kelainan genetika atau apa pun alasannya, yang jelas spesies-spesies ini hidup normal, meski ukuran tubuh mereka yang dibawah rata-rata. Dan, salah satunya pernah ditemukan di Indonesia.


1. Anjing Terkecil di Dunia
Ducky, seekor anjing di Massachusetts, USA, dengan 4,9 inci (12,4 cm), merupakan anjing yang masuk Guinness World Record untuk anjing terkecil sejagad. Anjing terkecil yang pernah memegang rekor sebelumnya menurut Guinness, adalah seekor Yorkshire Terrier yang memiliki tinggi 2.8 inches.






2. Ular Terkecil Sejagad
Leptotyphlops Carlae adalah spesies ular terkecil sejagad, yang memiliki panjang rata-rata kurang dari 4 inci. Ditemukan di kepulauan Karibia Barbados, Blair Hedges.






3. Ikan Terkecil Sejagad
Ikan terkecil sejagad ini ditemukan pada Januari 2006 di pulau Sumatra Indonesia, dan merupakan spesies dari ikan gurami (Paedocypris Progenetica). Ini adalah ikan terkecil sejagad dengan panjang hanya 7,9 mm (0,3 inci)






4. Kucing Terkecil Sejagad
Kucing terkecil sejagad ini berusia 2 tahun dan terdapat di pusat Illinois, kucing ini memiliki berat sekitar tiga kilogram dan merupakan kucing terkecil yang masuk Guinness Book of World Records pada 2004.






5. Hamster Terkecil Sejagad
Hanya sedikit lebih besar daripada uang recengan logam 50p, Peewee adalah hamster terkecil sejagad dengan berat kurang dari satu ons, hamster ini berhenti pertumbuhan ketika ia berusia tiga minggu.







6. Bunglon Terkecil Sejagad
Brookesia Minima adalah spesies bunglon yang terkecil sejagad yang memiliki panjang setengah inci. Ditemukan di utara pantai barat Madagaskar.



sumber : kaskus.us
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!